Jumat, 09 Maret 2012

Tua Bukan Sembarang Tua Kota Sawahlunto


Selama Seratus tahun lebih telah keluar sekitar 30 juta Ton Batu Bara terbaik dari perut bumi Sawahlunto hasil temuan seorang geolog Belanda bernama William Hendrik DeGreve. Semenjak itu lah mulai terbangun kota Ala Eropa pada salah satu daerah di Sumatra Barat yang juga bisa disebut Sebagai Kota pelopor.
Semenjak temuan batu pada pertengahan abad ke 19, yang mulai di produksi pada tahun 1892 pada saat itulah mulai dibangun jalur transportasi kereta api dan pelabuhan teluk bayur untuk memperlancar pengiriman batu bara ke Negara Negara yang membutukan pada saat itu.
Sekarang Sawahlunto bisa di sebut dengan “Little Ducth ” atau belanda kecil karna bangunan bangunan ala Belanda tersebut masih terawat dengan baik sampai sekarang dan dijadikan sebagi Objek tujuan wisata Kota Lama
Hotel Ombilin, dibangun pada tahun 1918, pernah menjadi asrama tentara Belanda. terletak dekat dengan Bagunan Gereja Santa Lucia dan Gedung pusat Kebudayaan
.
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang merupakan bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belandan, dibangun pada tahun 1916 dengan nama “ Ombilin Meinen “.
Dibangun tahun 1920-an untuk rumah warga Belanda/staf pertambangan Ombilin, pernah digunakan sebagai tempat tawanan Jepang, sekarang menjadi bagian dari Hotel Ombilin untuk Penginapan Keluarga.
Gedung Pajak Gadai, dibangun pada tahun 1917, pernah menjadi gedung komedi, dan sebelum di huni pegadaian pasca kebakaran gedung ini dipergunakan oleh Bank Rakyat Indonesia

Gedung Gereja Katolik Santa Lucia, Sawahlunto dibangun pada tahun 1920
Tempat wisata bangunan lama Sawahlunto yang dibangun oleh pemerintah Belanda dengan gaya arsitektur Art Deco yang populer pada saat itu.
Sekolah Dasar Santa Lucia, dibangun tahun 1920-an. pernah difungsikan sebagai asrama tentara
Masjid Agung Nurul Islam, Sawahlunto
Tempat wisata masjid ini dibangun tahun 1955 di tempat pembangkit listrik yang pertama di Sawahlunto. Di bawah mesjid terdapat lubang perlindungan yang pernah dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan dan mortar. Menara mesjid setinggi 80 meter adalah bekas cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap. Berjarak sekitar 150 meter dari sini terdapat Museum Kereta Api.
Stasiun Kereta Api di Bangun pada tahun 1918, sekarang difungsikan sebagi Museum Kereta Api. Diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Bapak Yusuf Kalla pada Tanggal 17 Desember 2005


Gedung ini di bangun tahun 1910 dengan nama “Gluck Auf” sebagai Gedung Pertemuan (Societeit) atau tempat pejabat colonial berkumpul, minum, dansa dan bernyanyi. Gedung ini juga pernah menjadi rumah bola dipergunakan sebagai tempat bermain bola  bowling. Setelah kemerdekaan menjadi Gedung Pertemuan Buruh dan pernah juga menjadi Bank Dagang Negara. Pada tanggal 1 Desember 2006 di resmikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Oleh Menbudpar Ir. Jerowacik, SE.




Syukri, S.SnPosted By Syukri

Terima Kasih telah membaca artikel yang saya tulis ini tentunya masih banyak kekurangan dengan. Sehingga saya akan sangat senang dan berterima kasih dengan saran, pertanyaan maupun kritik yang membangun. Silahkan Tinggalkan Komentar... contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Posting Komentar

Radio Cimbuak.net