This is an example of a HTML caption with a link.
Tampilkan postingan dengan label info kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kegiatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2025

FORM KORWIL SAWAHLUNTO GANTI PUCUK KEPEMIMPINAN

Wadah berkumpul pecinta Otomotif di Sumatra Barat sudah eksis lebih 6 (enam) tahun di Wilayah Sumatra Barat dengan Nama Asosiasi Forum Otto Ranah Minang (FORM). Tidak hanya di Wilayah Sumatra Barat, FORM juga mempunyai Koordinator Wilayah (Korwil) di Luar Provinsi yang disebut dengan Korwil Rantau, berbeda dengan dalam Provinsi yang sebutannya identik melekat dengan nama Kota atau Kabupaten pada Wilayah tersebut dan dipimpin oleh seorang Ketua Korwil. Kota Sawahlunto adalah salah satu tempat tumbuh dan berkembang serta mempunyai eksistensi dalam pergerakan FORM ini, dimana pada tahun 2024 yang lalu ditunjuk dan dipercayai oleh FORM Pusat untuk melaksanakan perhelatan Anniversary FORM ke 6 yang berlangsung di Kawasan Wisata Meer Von Kandi. 



Korwil Sawahlunto sendiri, awal mulai di deklarasikan pada tahun 2021 dan di Koordinatori oleh Om Sigit Kurniawan menjalani program Bergama pengurus dan member hingga tahun 2024. Setelah habis masa jabatan, dibentuk tim Formatur untuk pemilihan Ketua Korwil Sawahlunto periode 2025 s.d 2027 setelah melalui metode pemilihan terpilihkan om Waone berdasarkan Surat Keputusan FORM Pusat dengan No.005/FORM/XII/2025 tang gal 21 April 2025. 


FORM Korwil Sawahlunto menggelar serah terima jabatan antara Pengurus lama dengan pengurus baru pada tang gal 23 April 2025 berlokasi di Puncak Cemara dimana dahulunya di lokasi in juga berlangsung Deklarasi kesepakatan Bergama komunitas automotif Sawahlunto untuk bergabung dengan FORM Ranah Minang. Dalam Sambutannya, Om Wa One Ketua Korwil Sawahlunto menyampaikan beberapa program kedepan, diantaranya tetap besinergi dan mendukung program FORM Pusat diantaranya melakukan kegiatan Kopdar Rutin, baik ditinggkat Korwil maupun ditingkat Pusat, selanjutnya kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim, gotong royong, besinergi dengan BUMN dan BUMD dalam pelaksanaan sunat masal dan lainnya. 

Om Sigit yang saat ini dipercaya sebagai penasehat, menyampaikan dengan struktur kepengurusan yang baru diharapkan lebih eksis dan kompak lagi sehingga keberadaan komunitas in benar benar menampakan sebuah wadah berkumpul dan berkreativitas para pecinta automotif di Kata Sawahlunto.
Tak mau kalah dalam bentuk dukungan, Om Syukri yang kembali dipercaya sebagai Sekretaris pada FORM Korwil Sawahlunto menambahkan, FORM akan besinergi dengan Pemerintah terutama di bidang Kepariwisataan dalam rangka mendukung Sawahlunto sebagai Kota Event, melalui waddah komunitas in kita akan mencoba menarik kegiatan-kegiatan Komunitas Automotif dibawah koordinator FORM untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan mereka di Sawahlunto seperti Kopdar Rutin, Anniversary dan juga Campervan di Destinasi Sawahlunto. 


Semoga dengan telah dilaksanakannya serah terima pergantian pucuk pimpinan FORM Korwil Sawahlunto in, tak kan kalah meriah pelaksanaan program kedepan sebagaimana telah dilaksanakan sebelumnya.



Rabu, 14 November 2018

Galery SISCa Alternatif baru Destinasi Instagramable

SISCa (Sawahlunto International Songket Carnival) 2018 adalah sebuah ajang carnaval bertaraf International dengan basic Songket sebagai media dasar pembuatan Costum yang akan di presentasikan di Catwalk SISCa.

Pada tahun 2018 adalah pelaksanaan yang ke 4 (empat) kalinya. lebih dari 100 peserta baik group maupun perorangan ikut ajang ini dengan kreasi kreasi desaian fashion baru setiap iven ini di gelar. jikalau di rata-ratakan saja, terdapat sekitar 400 karya fashion yang sudah tercipta.

Untuk itu timbul sedikit pertanyaan menggelitik dan mudah mudah2an bisa tergelitik. sudah adakah Galery untuk menyimpan karya karya fashion tersebut, atau sudah adakah arsip karya-karya tersebut baik berupa database digital atau ataupun album kompilasi karya yang juga memuat tentang deskripsi garapan desain fashion, baik berupa sinopsis, ide garapan, filosofi garapan dan informasi lainnya seperti bahan dan tekhnik pembuatan. menurut kami hal ini akan menluambah value iven di Kemudian hari Pasca iven Carnaval yang Notabene hanya digelar 1 hari dalam 1 tahun. sehingga diluar jadwal kegiatan tersebut kita juga sedikit kesulitan untuk mendeskripsikan apa itakau SISCa, dan akan mudah ketika sudah terfasilitasi galery yang memuat karya karya desainer yang ikut pada iven SISCa sekaligus menambah spot destinasi baru di Kota Wisata Tambang yang berbudaya ini.

itulah sedikit buah pemikiran menurut saya, sumbangsih pemikiran untuk kemajuan, (dalam hal ini, posisi berpendapat murni pribadi)

@pesonaid_travel
@genpi.co
@genpi_id
@genpinews
@kemenpar
@genpisawahlunto
@genwi_thailand
@genwi_malaysia
@genwitiongkok
@genwi.singapura
@genwi_int
@genwiindia
@genwi.australia
@genwi_philipines
@genwijapan
@genwikorea
@genwinewzealand
@pasarsilo
@sawahluntotoursim
@exploresawahlunto
@pasarkubugadang
___________________________________
@minangtourism @sumbar_travel@genpisumbar @genpi_tanahdatar@authenticminangkabau @emersia_bts@istanobasapagaruyung
#pasarvandercapellen #pasarcapellen
#genpi_tanahdatar #genpisumbar#genpi_id
#minangtourism #infosumbar#explore_sumbar #paimalala#destinasidigital
#minangsedunia #anakanakminang
#minangkekinian #minangrancak#sumbarrancak #wisatasumbar#udaunitanahdatar #photography #culture#minangkabau #DestinasiDigitalGenpi#PesonaMinangkabau2018#udaunisawahlunto #exploresawahlunto#pasarsilo #pasarkubugadang
#pesonasisca2018



Kamis, 23 November 2017

“Sawahlunto Multikultural Festival” 2017



“Sawahlunto Multikultural Festival”
Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 129 tahun 2017
01 Desember 2017

Banyak hal yang dapat dilakukan di Kota Sawahlunto yang giat dengan berbagai daya dan upaya mencapai Visi Kota Wisata Tambang Berbudaya melalui Event Budaya baik Tingkat Nasional Maupun Internasional sebagai pendukung daya tarik objek Wisata yang mampu dilahirkan melalui transformasi dari sebuah kota bekas tambang yang lumpuh ekonominya menjadi sebuah Kota Tujuan Utama Pariwisata Sumatra Barat.
Hari Jadi Kota Sawahlunto diperingati pada tanggal 01 Desember setiap tahunnya, pada tahun 2017 ini adalah peringatan hari Jadi Kota Sawahlunto ke 129, dimana tepatnya tanggal 01 Desember 1888 lahirlah sebuah Kota penghasil batu bara terbaik di Asia yang mulai di ekspoitasi oleh Belanda yang dikomandoi oleh William de Greve sang penemu “mutiara hitam”

“Makan Bajamba” Makan bajamba dilangsungkan dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan, dan umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang yang kemudian dibagi dalam beberapa kelompok. Suatu kelompok biasanya terdiri dari 3 sampai 7 orang yang duduk melingkar, dan di setiap kelompok telah tersedia satu dulang yang di dalamnya terdapat sejumlah piring yang ditumpuk berisikan nasi dan berbagai macam lauk. Makan bajamba biasanya dibuka dengan berbagai kesenian Minang, kemudian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, hingga acara berbalas pantun (Pidato Adat). Makan bajamba tersebut adalah Icon puncak Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto, dimana pada tanggal 1 Desember 2006 pernah mendapat rekor MURI dengan peserta terbanyak berjumlah 16.332 orang.

Berbagai kegiatan lainnya digelar di Kota Sawahlunto dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota tersebut seperti Multikural Event yang dilaksanakan pada tanggal 25 November s/d 1 Desember, Sejumlah Kelompok seni budaya multietnis Sawahlunto dan luar daerah memeriahkan panggung multikultural Event ini, yang akan digelar dibeberapa tempat pertunjukan yang strategis di Pusat Kota dan juga disebar di Empat Kecamatan yang ada di Kota Sawahlunto. Menurut Kepala Seksi Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahragga Kota Sawahlunto, Syukri, S.Sn, kelompok seni multietnis yang akan tampil di panggung Multikultural Event ini adalah Kesenian tradisional dari 10 Kenagarian yang ada di Kota Sawahlunto, Group Sanggar Seni dan sekolah, kelompok kesenian dari Paguyuban Etnis seperti Paguyuban Batak, Paguyuban Jawa, Paguyuban Sunda, Etnis Tionghoa dan juga Paguyuban Etnis Minang tentunya. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan yang bersifat lomba dalam rangka melestarian kesenian daerah seperti Lomba Festival Lagu Minang Tingkat Umum se- Sumatra Barat dengan tajuk “Sawahlunto Punyo Carito” dengan total Hadiah 36 Juta Rupiah. 

            Dari luar daerah akan tampil Group Seni dari Sanggar Seni Ragam Budaya Tanggerang Selatan dan The Pakwa Akustik dari Aceh. Orkestra Mahasiswa Jurusan Musik, Flam Perkusi dan Ethnic Percussion dari ISI Padangpanjang serta kelompok musik dari daerah tetangga. Untuk pembukaan multikultural akan tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 di Garase PT. Ba mulai pukul 20.00 Wib akan dimeriahkan oleh Artist Lawak Nasional asal Kota Pariaman yang lebih akrab disapa dengan panggilan “Ajo Buset” serta kelompok musik Sawahlunto New Ensemble dan juga Kelompok musik dari Kota Padangpanjang. Untuk menunjang kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan Sawahlunto Expo guna mengakomodir pelaku ekonomi kreatif dan UKM yang tumbuh di Kota Sawahlunto dengan tujuan utama peningkatan ekonomi kerakyatan.

            Untuk malam puncak Hiburan Rakyat akan ditampilkan “Utopia Band” serta Local Band Sawahlunto yang akan digelar pada tanggal 2 Desember 2017 pukul 20.00 Wib di Lapangan Bola Kaki PT.BA Ombilin Kota Sawahlunto. 

            Selain kegiatan hiburan dan seni budaya, kegiatan yang bersifat hobi dan olahragapun yang tercakup dalam Komunitas Sport Tourism disuguhkan pada perhelatan akbar ini yang di prakarsai oleh SKPD Sawahlunto dan kelompok- kelompok serta komunitas yang ada. Sebut saja Sawahlunto Trail Adventure, Sawahlunto Night Run, Sawahlunto Paradigling Competition, Sawahlunto Mountain Bike, Sepak Bola Wisata, Fun Fly Paradigling, Tabligh Akbar, Sawahlunto Bina Raga dan Body Contes, Festival Burung Berkicau dan Sawahlunto Fun Dog Race, Pacu Jawi dan Sawahlunto Derby.

            Kegiatan Peringatan hari Jadi Kota Sawhlunto ke 129 tahun 2017  ini memang diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya, dan terciptanya multiplayer effect perekonomian dari pelaksanaan event tersebut seperti di bidang Akomodasi, rumah makan, pedagang jajanan pasar, sektor transportasi, souvenirshop dan lainnya serta akan berdampak juga terhadap perkembangan seni budaya Multietnis, masyarakat Kota Sawahlunto sebagai pendukung kebudayaan tersebut.

            Dampak lain yang diharapkan adalah semakin dikenali dan diminatinya Sawahlunto sebagai Kota Tujuan Utama Pariwisata di Sumatra Barat dan semakin menguatkan eksistensi Sawahlunto sebagai Kota Warisan Nasional menuju warisan dunia yang diakui UNESCO.






Jumat, 09 Juni 2017

Paguyuban Ki Sapu Jagad gelar Festival Ramadhan 2017

Paguyuban Ki Sapu Jagad adalah salah satu dinatara komunitas-komunitas lainnya seperti Komunitas Kuali, Komunitas arang, Komunitas Rantai dan lainnya yang aktif di Kota Sawahlunto berperan aktif mendukung kegiatan program Pemerintah Kota khususnya di Bidang Ekonomi Kreatif.

Dalam rangka Bulan Ramadhan tahun 2017 ini, Paguyuban Ki Sapu Jagad akan menggelar event Festival Ramadhan yang akan dimulai pada tanggal 12 s.d 17 Juni 2017 yang berlokasi di Mesjid Nurul Iman Kota Sawahlunto.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan digelar diantaranya adalah :
  1. Lomba Musyabaqah Syahril Qur'an (MSQ)
  2. Lomba Mubaligh Cilik
  3. Lomba Hafidz Al Qur'an
  4. Lomba Adzan
  5. Festival Qasidah Rebana
  6. Parade Bedug
Total hadiah Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah)

Untuk Info lebih lanjut dapat menghubungi Contact Person :
HP : 081268519012 (Melan)
FB : Paguyuban Ki Sapu Jagad



Rabu, 01 Mei 2013

Expedisi Tim Indonesia Virtual

Tim Virtual Indonesia di Puncak Poland
Sawahlunto adalah salah satu kota tujuan wisata utama di daerah Sumatra Barat, tidak sedikit media yang pernah meliput mengenai exotis Pariwisata Kota Sawahlunto, baik Media Cetak, Media Televisi dan juga Media Online. Dari berbagai liputan media ini dapat secara langsung mendongkak popularitas Kota Peninggalan colonia penghasil emas Hitam.

Salah satu media tersebut yang akan mencoba mengexplorasi Kota Sawahlunto adalah http://indonesiavirtual.com/ dengan format sedikit berbeda dengan media lainnya, karna Indonesia Virtual adalah salah satu perusahaan advertising dunia maya yang memfokuskan diri di Bidang Promosi Pariwisata Indonesia.

Pengambilan Gambar di Museum Gudang Ransum
Beberapa produk promosi andalan yang mereka produksi adalah foto Virtual 360 Degree, dan Virtual Tour. Bahan Promosi berupa foto yang dapat diputar 360 derjat sehingga penikmat foto yang ditampilkan serasa berada didalam objek tersebut sangat berbeda dengan foto biasa yang bersifat statis. Virtual Tour bisa di artikan seperti Tour Dunia Maya dan kita bisa terasa berada dalam objek tersebut dan mendapatkan informasi detail dari objek wisata tersebut.

Pada Hari Sabtu Tgl 27 April yang lalu, tim Indonesia Virtual telah melakukan expedisi ke beberapa Objek Wisata Andalan Kota Sawahlunto yang rencana akan mereka produksi Foto Virtual dan Virtual Tour, diantara Objek yang akan mereka jadikan sampel dan telah di ambil gambarnya adalah Kawasan Puncak Cemra, Info box, Lubang Mbah Soero, Museum Goedang Ransum dan Stasiun Kereta Api.

sample foto virtual : http://indonesiavirtual.com/index.php?option=com_jumi&fileid=11&Itemid=109&id_img=137



Selasa, 23 April 2013

Orkes Kroncong La Paloma Show di Sawahlunto

O.K La Paloma In Action
La Paloma nama sebuah Group Kroncong yang berdomisili dalam lingkungan kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan musik musik kroncong olahan mereka di Kota Sawahlunto dalam tajuk acara "Ngamen Asyik" yang dimotori Oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang digelar setiap malam minggu berlokasi di Kawasan Kuliner Pasar Sawahlunto.

Kelompok musik dengan jumlah personil delapan orang ini sangat apik membawakan aransemen aransemen kroncong versi mereka sendiri, mulai dari lagu daerah nusantara, lagu populer hingga lagu nasional pun dimainkan ala kroncong. Sekitar lima belas buah lagu dilantunkan mulai pukul 19.30 wib hingga pukul 22.30, dan juga turut mengiringgi para pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya.

Kerond Vaganza sebagai pimpinan rombongan merasa bangga malam itu disela sela istirahat di temui tim Palanta Budaya, La Paloma mempunyai beberapa program untuk mengembangkan musik kroncong yang peminatnya bisa dikatakan minim dibanding musik populer lainnya, program program tersebut diantaranya alah Musik Kroncong Goes To Publik, Musik Kroncong Goes To School dan pemutaran film film bertema kroncong. Kerond berharap beberapa Sekolah di Sawahlunto dapat menerima program tersebut guna perkembangan musik kroncong kedepannya.
Semoga apresiasi musik kroncong dengan sentuhan baru oleh para mahasiswa/i ISI Padangpanjang di Kota Sawahlunto dapat menambah kecintaan masyarakat pada musik asli Indonesia ini dan juga menjadi motivasi bagi beberapa Group Kroncong yang kembali mulai tumbuh setelah tenggelam beberapa masa di Kota Sawahlunto. (syukri)





Rabu, 17 April 2013

Sawahlunto Kembali Gelar Sawahlunto Kreatif di Jakarta


Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menggelar Sawahlunto Kreatif di ibukota negara, Jakarta. Tema yang diusung-pun sangat menarik dengan mengedepankan warisan budaya yang sudah melekat di masyarakat Kota Arang ini, yaitu Songket Silungkang.

Berbeda degan Sawahlunto Kreatif yang digelar pada Oktober 2012 yang memusatkan acara di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, untuk Sawahlunto Kreatif kali ini diselenggarakan ditempat yang tepat untuk songket, yaitu di Museum Tekstil, tanah Abang, Jakarta. Acara dengan konsep pameran ini berlansung pada tanggal 17 s/d 26 April 2013.

Walikota Sawahlunto, Ir. Amran Nur, dalam undangannya mengatakan bahwa untuk mengembalikan kejayaan Songket Silungkang menjadi sebuah kekuatan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Sawahlunto telah melakukan sebuah upaya restorasi dengan memulihkan, melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan Songket Silungkang sebagai sebuah produk budaya yang bernilai tinggi dan bagian dari kegiatan pariwisata
yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Dalam upaya mempromosikan Songket tersebut Pemerintah Kota Sawahlunto melaksanakan sebuah event Pameran dengan tema “Sawahlunto Kreatif : Pameran Tenun Silungkang Warisan Budaya Kota Tua Sawahlunto”.

Disamping itu, Amran Nur juga mengatakan pameran tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman betapa besar dan tingginya budaya masyarakat Sawahlunto dalam hal berkreasi. Dan itu dibuktikan dengan hasil karya berupa Songket Silungkang. Dimana songket tersebut sudah melekat didalam tatanan masyarakat Sawahlunto, khususnya kaum perempuan.

Dalam pameran tersebut akan disajikan sejarah perkembangan budaya Songket Silungkang sejak ratusan tahun lalu, serta ragam motif yang berkembang dari zaman ke zaman. Tidak hanya itu, pameran juga menceritakan makna dari motif yang ada di dalam songket, sehingga dapat memberikan pengetahuan bagi pengunjung yang melihat pameran.

Acara pemeran Songket Silungkang ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Sawahlunto dengan Museum Tekstil. Sedangkan acara pembukaan berlangsung pada tanggal 17 April 2013 bertempat di Museum Tekstil, Jakarta, dimulai pukul 10.00 WIB.
(Adrial)




Malam resepsi Ulang Tahun Sanggar Galang Maimbau ke 16

Malam Resepsi Sanggar Galang Maimbau

Galang Maimbau adalah salah satu nama group seni yang eksis mengembangkan kesenian tradisional khususnya di bidang tari di Kota Sawahlunto. Group ini mulai mencetak para penari mulai dari umur 5 tahun hingga dewasa, telah berbagai event diikutinya baik event tingakat Kota, Provinsi hingga Nasional. Tidak sedikit para orang tua menitipkan anak nya untuk diajarkan ilmu tari pada Sanggar Galang Maimbau ini.

Pada hari Sabtu tanggal 13 April 2013, Sanggar Seni Galang Maimbau melaksanakan Malam Resepsi peringatan Ulang tahun berdirinya sanggar seni ini. Turut hadir Dedi Ardona, Msi, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto dalam acara tersebut sekaligus memberi sambutan dan ucapan terima kasih karna Sanggar Seni Galang Maimbau turu membantu program Dinas Pariwisata dalam rangka pengembangan kesenian daerah dan juga mendukung Visi Kota Sawahlunto Menjadi Kota Wisata Tambang Berbudaya.
Para Juri Lomba Tari sedang Santai di Depang Loebang Mbah Soero

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka peringatah hari jadi sanggar galang maimbau ini seperti Lomba Tari tradisional tingkat Sekolah Dasar dan Umum, Lomba Tari Kreasi, Lomba Tari Piring Tunggal dan Fashion Show. Ketua Sanggar Galang Maimbau mendatangkan para juri dari ISI Padangpanjang guna tercapainya kegiatan yang maksimal agar tidak ada “kong kalikong” antar peserta. Para Praktisi Seni yang diundang sebagai juri tersebut adalah Syaiful Herman, M.Sn, Susasrita Loravianti, M.Sn dan Susandra Jaya, M.Sn.

Semoga kegiatan ini bisa dipertahankan untuk dilaksanakan sebagai event tahunan oleh Sanggar Galang Maimbau dan menjadi daya tarik Wisatawan untuk berkunjung ke Kota Wisata Sawahlunto. (dha_ie)



Senin, 08 April 2013

LOMBA FOTO SADAR WISATA 2013

HADIAH PEMENANG LOMBA FOTO
JUARA I             :  Rp 20 Juta  +  Trophy Menteri +  Piagam
JUARA II            :  Rp. 17 Juta +  sda
JUARA III           :  Rp. 15 Juta + sda
Harapan I          :  Rp. 10 Juta + piagam
Harapan II         :  Rp. 7,5 Juta + piagam
Harapan III        :  Rp. 5  Juta + piagam
Hadiah Favorit    :  Rp. 3  Juta + piagam
(Total Rp. 77. 500.000,- )
SYARAT-SYARAT DAN KETENTUAN  TEKHNIS  LOMBA
  1. Lomba Foto bersifat nasional
  2. Terbuka untuk umum (Panitia dan Dewan Juri tidak diperkenankan mengikuti lomba)
  3. Tidak dipungut biaya
  4. Foto milik pribadi (bukan karya orang lain), belum pernah memenangkan lomba foto apapun
  5. Foto harus sesuai dengan Tema “KENANGAN INDAH : MANUSIA, BUDAYA DAN ALAM INDONESIA”.
  6. Lokasi obyek pengambilan foto di seluruh wilayah Indonesia
  7. Peserta yang mengirimkan foto obyek-obyek wisata yang jarang diekspos akan mendapatkan penilaian lebih dari dewan juri.
  8. Jumlah foto dibatasi tiap peserta dapat mengirimkan fotonya paling banyak 5 lembar dengan obyek yang berbeda.
  9. Foto dikirimkan dalam bentuk cetakan, berukuran sisi terpendek 20 cm (kira-kira setara dengan10 R atau 10 RS), disertai CD berisi File digital foto tersebut;
  10. Ukuran File digital foto berketentuan : sisi panjang minimum 3000 pixel disimpan dalam format JPG medium (minimum skala 6). Nama file digital : namapeserta_judul_lokasipemotretran_NomorHP. Foto digital harus masih mengandung EXIF.
  11. Tidak diperkenankan mencantumkan data, tulisan/gambar apapun di bagian depan foto;
  12. Dibalik foto harus dilekatkan kertas yang memuat data: Judul foto; Nama dan Alamat  pemotret; No. Telp dan Hp; Peristiwa dan lokasi foto.
  13. Rekayasa digital dizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film, yaitu : cropping, kontras, dodging dan burning, saturasi.
  14. Semua foto pemenang menjadi milik Panitia dan Panitia berhak menggunakan foto tersebut sebagai bahan publikasi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.
  15. Panitia tidak mengembalikan foto yang dikirim oleh Peserta.
  16. Foto harus sudah diterima panitia pada tanggal 15 Juli 2013 pukul 13.00 WIB;
  17. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.
  18. Panitia akan melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk melindungi karya peserta, namun Panitia tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan yang timbul selama pengiriman.
  19. Keputusan Dewan Juri sah dan tidak dapat diganggu gugat.
  20. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 foto. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia.
  21. Hadiah total : Rp. 77.500.000,-
  22. Penjurian dilakukan tanggal 22 Juli 2013
  23. Pengumuman Pemenang, Penyerahan Hadiah dan Pameran foto pemenang dan nominasi : September 2013
  24. Untuk informasi Lomba Foto Sadar Wisata peserta dapat mengunjungi Website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : www.parekraf.go.id
SYARAT PENGUMPULAN FOTO
  1. Semua karya foto dimasukkan ke dalam amplop tertutup disertai soft copy dalam bentuk CD/ DVD
  2. Di sudut kiri atas amplop di tulis LOMBA FOTO SADAR WISATA 2013
  3. Foto dapat diantar langsung atau di kirim via Pos kepada Panitia, dengan alamat:

Sekretariat Panitia Lomba Foto Sadar Wisata 2013
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta 10110
Gedung SAPTA PESONA, Lt. 4.
Alamat email:
fotosadarwisata@parekraf.go.id
unduh poster.jpg

DEWAN JURI
  • Ketua : Sigit Pramono (Ahli Fotografi, Komisaris BCA)
  • Anggota : Arbain Rambey (Ahli Fotografi, Harian Kompas)
  • Anggota : Darwis Triadi (Ahli Fotografi, Darwis Triadi School of Photography)
  • Anggota : Ray Bachtiar (Ahli Fotografi, Komunitas Lubang Jarum Indonesia)
  • Anggota : Bambang Wijanarko (Ahli Fotografi, Komunitas Fotografi Kemenparekraf)



Kamis, 14 Februari 2013

Pembinaan Group Sanggar Seni

para Pemain Musik Kroncong Sikalang
Sawahlunto sebagai Kota Multietnis yang telah berkembang sejak jaman kolonial Belanda Karna ditemukannya Harta Karun "Emas Hitam" di Perut Bumi Kota Arang ini, juga berdampak pada pengembangan Seni Budaya Daerah yang tumbuh dan berkembang di nagari nagari dan desa desa di Kota Sawahlunto. Kesenian yang hidup dan masih eksis seperti Salawat Dulang, Group Tari dan Musik Tradisional, Kesenian Kudang Kepang, Wayang Kulit, Musik Kroncong dan lainnya.

Pada kesempatan kali ini, beberapa orang dari Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto Serta tim Palanta Budaya berkesempatan melakukan Pembinaan langsung ke lapangan mengunjungi latihan rutin Group Kroncong Sikalang yang bermarkas di samping Kantor Desa Sikalang Kota Sawahlunto. Sesampai dilokasi kami langsung menemui beberapa orang yang telah duduk stand by menunggu kedatangan kami dan beberapa orang lagi personil mereka yang belum datang, sementara alat instrument sudah tersusun dengan rapi siap untuk di Petik.

diskusi Dinpar dan Pengurus Kroncong
"Kami latihan rutin disini setiap kamis malam" tutur bapak Eka salah seorang Vokalis di Group Kroncong Sikalang ini. Walaupun rata rata pemain berumur 50 hingga 60 tahun keatas, para musisi kroncong yang rata rata keturunan Jawa yang telah hidup dan berbaur di Kota Sawahlunto ini tetap semangat memainkan lagu lagu berirama kroncong yang telah mereka latih sebelumnya.

Pembinaan Group Sanggar Seni dan Budaya adalah salah satu Program kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto dalam rangka melestarikan dan mengembangkan Budaya Daerah dan juga sebagai dukungan visi Kota Sawahlunto menjadi Kota Wisata Tambang Berbudaya. (syukri)



Jumat, 25 Januari 2013

Tumerco Band Show

Tumerco Band Sawahlunto
Group Band era 80 an Kota Sawahlunto kembali membankitkan memori mereka bermusik, walau pun mereka baru aktif kembali setelah beberapa lama vakum keahlian masing masing personil tetap relatif sama seperti masih muda dulu.

Tumerco Band itu lah nama group mereka yang bermakas di tangsi baru Kota Sawahlunto, kali ini bukan tampil dalam panggung band specktakuler atau festival band yang banyak di ikuti group group band yang berpersonil anak muda, melainkan mereka ikut mereamaikan event "Ngamen Asyik" yang di usung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto dalam rangka turut meramaikan areal kuliner pasar setiap malam minggu.

 Bukan hanya lagu lagu jadul pada zaman kejayaan mereka saja yang di bawakan, lagu lagu trend sekarang pun mereka hajar, hingga memukau setiap pengunjung yang lewat maupun memang sengaja menikmati santap malam di areal tersebut.



Radio Cimbuak.net