Oleh: Syukri, S.Sn

Keragaman baju adat ini bisa dilihat dari keunikan dan ciri khas dalam
tata cara pembuatan, tata cara mengenakan serta bahan pembuat pakaian tersebut.
Pada kesempatan ini kami mencoba mengangkat salah satu pakaian tradisional dari
Nagari Taratak Bancah. Nagari ini merupakan salah satu nagari yang terdapat di
Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto dan terletak + 19 Km dari pusat
Kota Sawahlunto.
Salah satu identitas Nagari Taratak Bancah dapat dilihat dari kekhasan
pakaian adat nagari. Seperti pakaian untuk pengantin yang sedikit berbeda
dengan nagari lainnya di Kota Sawahlunto. Berikut rincian pakaian adat Nagari
Taratak Bancah
Pakaian Penganti Perempuan (Anak
Daro)
- Salendang Merah (Selendang Merah), yang menggambarkan Kebesaran Bundo Kanduang.
- Subang Gadang panutuik talingo ( anting
), bermakna: Berpandangan lurus dan tidak menjadi perempuan mata keranjang.
- Baju Hitam Panjang Lengan, melambangkan
sifat bundo kanduang yang telah memakai adat.
- Serong merah kulit lado, melambangkan
keberanian bundo kanduang dalam menjalankan adat dan mengikis keburukan dalam
kampong.
- Selendang merah terikat di Badan,
melambangkan seorang Bundo Kanduang telah diikat menurut adat dan agama secara
lahir dan batin.
- Maniak Polan terikat di tangan,
melambangkan kesederhanaan.
- Payung hitam di tangan kanan,
melambangkan kealiman seorang bundo kanduang.
- Kampia siriah di tangan kiri,
melambangkan seorang bundo kanduang yang berbicara menurut adat di Minangkabau
- Terompa/sepatu, Melambangkan
kesejahteraan, keamanan dan kesempurnaan anak
daro.
Pengantin Laki laki (Marapulai)
- Baju putih, melambangkan tanggung jawab
dan kebesaran jiwa
- Sarawa jowo baragi ragi, melambangkan
seorang yang menegakan kebenaran
- Kain sarung bugis hitam, melambangkan
sikap kehati hatian dan kewaspadaan dalam menjaga diri
- Cawek sutan jumbai alai, melambangkan
keteguhan dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
- Saku saku sagamo, melambangkan seorang
marapulai mampu mempersatukan dan mendorong sosial ekonomi anak kemenakan
- Karih (Keris), melambangkan kebesaran
marapulai dalam menegakan hokum yang berlaku di ranah Minang.
- Sepatu/ terompa, melambangkan keamanan.
[1] Nagari
ialah satuan pemerintahan terendah di Minangkabau. Memiliki perangkat
pemerintahan sendiri dimana para penghulu yang biasa disebut Datuk sebagai pimpinannya. Nagari ialah
satuan pemerintahan otonom di Minangkabau, mereka memiliki wewenang untuk
membuat undang-undang tersendiri asalkan tidak bertentangan dengan
Undang-undang Alam Minangkabau. Pada masa sekarang, satuan pemerintahan nagari
telah mengalami beberapa modifikasi. Sering disamakan dengan pemerintahan desa
di daerah lain.
0 Responses So Far:
Posting Komentar