This is an example of a HTML caption with a link.

Sabtu, 14 April 2018

FESTIVAL KOTA TUA 2


Menjadi Kota Wisata tentulah tak terlepas dari dukungan masyarakat Kota Tersebut. Ya…Kota Sawahlunto salah satunya destinasi pariwisata utama Sumatra Barat yang wajib dikunjungi jika sedang berwisata di Minangkabau “Ranah Bundo Tacinto” yang terkenal dengan Wisata Tambang Warisan zaman Belanda dengan bangunan bangunan tua nan masih kokoh sebagai daya tarik nan unik di Kota Arang Ini.

Berbagai dukungan dari kelompok masyarakat muncul turut mempromosikan Pariwisata sesuai dengan minat dan hobi dari kelompok tersebut. Paguyuban Sapu Jagad Kota Sawahlunto salah satunya, setelah sukses di ta hun 2016 untuk event pertama, pada tahun 2018 ini kembali akan menggelar “Festival Kota Tua Sawahlunto” yang kedua.

Festival Kota Tua 2 ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 s.d 29 April 2018 yang berlokasi di Kawasan Kota Tua Sawahlunto berpusat di Gedung Pusat Kebudayaan dan Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto. Berbagai rangkaian kegiatan digelar selama tiga hari berturut-turut seperti Festival Tari Kuda Kepang, Netherland and Java Fashion Show, Lomba Dialog Tangsi, Pameran Lukisan dan Barang Antik Serta Bazar Kuliner Tempo Doelo.

Menurut Iwan Dharmawan, Presiden Paguyuban Ki Sapu Jagad, ini adalah persembahan karya kami anak muda Kota Sawahlunto dalam rangka turut mendukung kemajuan Pariwisata Kota Sawahlunto melalui event Seni Budaya daerah berangkat dari Kearifan Lokal Sawahlunto. Seperti Festival Tari Kuda Kepang akan diikuti oleh kelompok-kelompok kuda kepang dari dalam Provinsi Sumatra Barat Juga Provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi dimana Komunitasnya juga eksis mengembangkan kesenian ini. Lomba Dialog Tangsi juga bserangkat dari Local Genius, bahasa tangsi adalah bahasa creol atau bahasa ibu yang digunakan masyarakat Sawahlunto sebagai bahasa daerah yang bias dipahami bersama sejak saat masa penambangan batu bara Berjaya di Kota Sawahlunto. Bahasa tangsi lahir karna keberagaman suku bangsa pekerja tambang yang juga membawa keragaman bahasa sehingga dengan sendirinya saat itu lahir sebuah bahasa universal yang bisa dimengerti bersama. Untuk melestarikan keunikan bahasa tersebut maka diadakanlah Lomba Dialog Bahasa Tangsi.

Efriyanto, S.Sos.,MM Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi karya-karya dari Paguyuban Ki Sapu Jagad ini. Sumbangsih mereka telah turut mengairahkan Kepariwisataan Kota Sawahlunto yang dapat meningkatkan kunjungan Wisata Ke Kota Sawahlunto dan berdampak kepada peningkatan Ekonomi Masyarakat. Beberapa karya Ki Sapu Jagad yang telah menjadi Agenda Kota dan Masuk Calender Of Event Sawahlunto adalah, Peringatan Grebek Syuro dalam rangkaian Festival Muharram, Festival Ramadhan dan Festival Kota Tua Sawahlunto

Turut mendampingi Syukri, S.Sn Kepala Seksi Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kepariwisataan menjelaskan bahwa kegiatan mendukung program Pengembangan Ekonomi Kreatif dari beberapa sub sector seperti Sub Sektor Fashion pada kegiatan Netherland and Java Fashion Show, kegiatan ini diyakini akan memacu kreativitas para pelaku Ekonomi Kreatif di bidang fesyen seperti munculnya desain desain terbaru sesuai dengan tema, meningkatnya kebutuhan bahan untuk pembuatan fashion serta  meningkatnya permintaan jasa jahit kostum untuk kegiatan tersebut. Ini adalah slebagian dari dampak multiplier efek dari sebuah event di Kota Sawahlunto. Diharapkan kegiatan ini juga dapat memotivasi komunitas-komunitas lainnya di Kota Sawahlunto untuk juga terus berkreasi menuangkan ide-ide melalu event-event yang akan berdampak positif terhadap kepariwisataan Kota Sawahlunto.

Untuk info lebih lanjut mengenai event ini seputaran pendaftaran peserta ataupun menjalin kerjasama sponsorhip dapat menghubungi nara hubung Sdr. Mailan Saputra no Kontak 081268519102 dan Elddrive Kurnia no Kontak 085364351112




Rabu, 11 April 2018

Bak Mie Mangkok Ayank



Bak Mie memang bisa anda temui dengan mudah di tempat pusat jajanan dan kuliner, namun tak ada salahnya mencicipi Bak Mie yang istimewa di Kota Wisata Tambang Sawahlunto ini, “Bak Mie Mangkok Ayang”

Bak Mie adalah salah satu sajian Mie yang terbuat dari tepung terigu dipopulerkan oleh pedagang-pedagang Tiongkok ke Indonesia pada awalnya. Dewasa ini Bak Mie telah diadopsi menggunakan bumbu-bumbu khas Indonesia yang disajikan dengan cara di rebus dan di goreng. 

Ciri umum bakmi kuah adalah biasanya kuah dan mi direbus secara terpisah. Mi yang digunakan umumnya telah dicampur dengan minyak. Kemudian mi ini disajikan dengan lauk seperti ayam, ko choy atau juga bakso. Kuah akan dihidangkan dalam mangkuk tersendiri lalu dicampur dengan mie.

Spesifik dari “Bak Mie Mangkok Ayang”, adalah Mie disajikan diatas kerupuk yang didesain 
menyerupai mangkok yang terbuat dari adonan tepung dan bawang, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan cocok di lidah setiap pengunjung yang datang berwisata Kota Sawahlunto.
Berjarak sekitar 500 M dari Pusat Kota Sawahlunto tepatnya disamping kantor DPRD Kota Sawalunto, para pengunjung dapat menikmati langsung di lokasi dan juga bias di bungkus untuk dibawa pulang. Agar tak menunggu proses sajian lama ataupun antrian ada baiknya di order dulu sehingga dapat menghemat waktu dan bias langsung santap.

Harga yang ditawarkanpun cukup murah, dengan uang Rp. 12.000,-, anda telah dapat mencicipi sajian kuliner yang satu-satunya di Sumatra Barat hanya ada di Kota Sawahlunto. Untuk menambah kenikmatan bagi pecandu bakso, cukup dikenakan Rp. 15.000,- anda sudah mendapatkan Bakmie Kuah plus Bakso Urat.

Bak Mie Mangkok Ayang, buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB s.d 22.00 WIB, dan juga siap melayani Delivery Order Khusus untuk Kota Sawahlunto.
So.. tunggu apa lagi sobat…. Tidak akan lengkap rasanya mengunjungi suatu objek wisata yang Eksotisme tanpa mencicipi Kuliner Khas Kota Wisata Tambang yang berbudaya, Sawahlunto Pusaka.




Kamis, 23 November 2017

“Sawahlunto Multikultural Festival” 2017



“Sawahlunto Multikultural Festival”
Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 129 tahun 2017
01 Desember 2017

Banyak hal yang dapat dilakukan di Kota Sawahlunto yang giat dengan berbagai daya dan upaya mencapai Visi Kota Wisata Tambang Berbudaya melalui Event Budaya baik Tingkat Nasional Maupun Internasional sebagai pendukung daya tarik objek Wisata yang mampu dilahirkan melalui transformasi dari sebuah kota bekas tambang yang lumpuh ekonominya menjadi sebuah Kota Tujuan Utama Pariwisata Sumatra Barat.
Hari Jadi Kota Sawahlunto diperingati pada tanggal 01 Desember setiap tahunnya, pada tahun 2017 ini adalah peringatan hari Jadi Kota Sawahlunto ke 129, dimana tepatnya tanggal 01 Desember 1888 lahirlah sebuah Kota penghasil batu bara terbaik di Asia yang mulai di ekspoitasi oleh Belanda yang dikomandoi oleh William de Greve sang penemu “mutiara hitam”

“Makan Bajamba” Makan bajamba dilangsungkan dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan, dan umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang yang kemudian dibagi dalam beberapa kelompok. Suatu kelompok biasanya terdiri dari 3 sampai 7 orang yang duduk melingkar, dan di setiap kelompok telah tersedia satu dulang yang di dalamnya terdapat sejumlah piring yang ditumpuk berisikan nasi dan berbagai macam lauk. Makan bajamba biasanya dibuka dengan berbagai kesenian Minang, kemudian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, hingga acara berbalas pantun (Pidato Adat). Makan bajamba tersebut adalah Icon puncak Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto, dimana pada tanggal 1 Desember 2006 pernah mendapat rekor MURI dengan peserta terbanyak berjumlah 16.332 orang.

Berbagai kegiatan lainnya digelar di Kota Sawahlunto dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota tersebut seperti Multikural Event yang dilaksanakan pada tanggal 25 November s/d 1 Desember, Sejumlah Kelompok seni budaya multietnis Sawahlunto dan luar daerah memeriahkan panggung multikultural Event ini, yang akan digelar dibeberapa tempat pertunjukan yang strategis di Pusat Kota dan juga disebar di Empat Kecamatan yang ada di Kota Sawahlunto. Menurut Kepala Seksi Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kepariwisataan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahragga Kota Sawahlunto, Syukri, S.Sn, kelompok seni multietnis yang akan tampil di panggung Multikultural Event ini adalah Kesenian tradisional dari 10 Kenagarian yang ada di Kota Sawahlunto, Group Sanggar Seni dan sekolah, kelompok kesenian dari Paguyuban Etnis seperti Paguyuban Batak, Paguyuban Jawa, Paguyuban Sunda, Etnis Tionghoa dan juga Paguyuban Etnis Minang tentunya. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan yang bersifat lomba dalam rangka melestarian kesenian daerah seperti Lomba Festival Lagu Minang Tingkat Umum se- Sumatra Barat dengan tajuk “Sawahlunto Punyo Carito” dengan total Hadiah 36 Juta Rupiah. 

            Dari luar daerah akan tampil Group Seni dari Sanggar Seni Ragam Budaya Tanggerang Selatan dan The Pakwa Akustik dari Aceh. Orkestra Mahasiswa Jurusan Musik, Flam Perkusi dan Ethnic Percussion dari ISI Padangpanjang serta kelompok musik dari daerah tetangga. Untuk pembukaan multikultural akan tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 di Garase PT. Ba mulai pukul 20.00 Wib akan dimeriahkan oleh Artist Lawak Nasional asal Kota Pariaman yang lebih akrab disapa dengan panggilan “Ajo Buset” serta kelompok musik Sawahlunto New Ensemble dan juga Kelompok musik dari Kota Padangpanjang. Untuk menunjang kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan Sawahlunto Expo guna mengakomodir pelaku ekonomi kreatif dan UKM yang tumbuh di Kota Sawahlunto dengan tujuan utama peningkatan ekonomi kerakyatan.

            Untuk malam puncak Hiburan Rakyat akan ditampilkan “Utopia Band” serta Local Band Sawahlunto yang akan digelar pada tanggal 2 Desember 2017 pukul 20.00 Wib di Lapangan Bola Kaki PT.BA Ombilin Kota Sawahlunto. 

            Selain kegiatan hiburan dan seni budaya, kegiatan yang bersifat hobi dan olahragapun yang tercakup dalam Komunitas Sport Tourism disuguhkan pada perhelatan akbar ini yang di prakarsai oleh SKPD Sawahlunto dan kelompok- kelompok serta komunitas yang ada. Sebut saja Sawahlunto Trail Adventure, Sawahlunto Night Run, Sawahlunto Paradigling Competition, Sawahlunto Mountain Bike, Sepak Bola Wisata, Fun Fly Paradigling, Tabligh Akbar, Sawahlunto Bina Raga dan Body Contes, Festival Burung Berkicau dan Sawahlunto Fun Dog Race, Pacu Jawi dan Sawahlunto Derby.

            Kegiatan Peringatan hari Jadi Kota Sawhlunto ke 129 tahun 2017  ini memang diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya, dan terciptanya multiplayer effect perekonomian dari pelaksanaan event tersebut seperti di bidang Akomodasi, rumah makan, pedagang jajanan pasar, sektor transportasi, souvenirshop dan lainnya serta akan berdampak juga terhadap perkembangan seni budaya Multietnis, masyarakat Kota Sawahlunto sebagai pendukung kebudayaan tersebut.

            Dampak lain yang diharapkan adalah semakin dikenali dan diminatinya Sawahlunto sebagai Kota Tujuan Utama Pariwisata di Sumatra Barat dan semakin menguatkan eksistensi Sawahlunto sebagai Kota Warisan Nasional menuju warisan dunia yang diakui UNESCO.






Radio Cimbuak.net