Minggu, 11 Maret 2012

“TUNAS HARAPAN”, HARAPAN BARU PEWARIS SENI BUDAYA TRADISIONAL


Group Randai dari Desa Taratak Bancah mengobati rindu pecinta randai Kawasan Kota Tua

Pemusik Randai, Tunas Harapan
     Randai adalah salah satu kesenian rakyat Minangkabau yang komplit, karena terdiri dari Teater, music, gerak tari, olah vocal atau dendang. Randai dimainkan beberapa orang, berkelompok atau beregu, dimana dalam randai ini dimainkan cerita cerita rakyat Minangkabau seperti anggun nan tongga, cindua mato, malin deman dan lainnya. Randai kurang tepat disebut sebagai teater tradisi Minangkabau, karna awalnya randai adal sebagai media penyampain kaba atau cerita rakyat yang disampaikan melalui gurindam atau syair yang didendangkan galombang (tari) yang berasal dari gerakan silat Minangkabau. Pada perkembanganya randai telah mengadopsi  gaya penokohan dan dialog seperti pada sandiwara dan teater modern.
    Di Kota Sawahlunto, Randai juga tak asing bagi masyarakat, karena sering dipertunjukan pada kegiatan pentas seni, penyambutan tamu, menyambut hari raya idul dan kegiatan kebudayaan lainnya. Dan juga pernah diadakan workshop pelatihan randai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto tahun 2009 kepada Group/sanggar Randai se Kota Sawahlunto dengan menhadirkan salah satu pakar randai tenaga pengajar di ISI (Institut Seni Indonesia) Padangpanjang sebagai instruktur yaitu Bapak Zulkifli, S.Kar. M.Hum.
Pemain Randai adalah anak anak Sekolah Dasar
     Beberapa group yang masih eksis mengembakan kesenian randai tersebut diantaranya adalah Group
Randai Tunas Harapan dari Desa Taratak Bancah, Kecamantan Muaro Kalaban Kota Sawahlunto. Group tersebut diberi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Sawahlunto pada Event Pentas Seni Budaya di Lapangan Segitiga PT.BA Ombilin pada hari Sabtu tanggal 10 Maret 2012. Kegiatan ditujukan juga untuk menarik minat pengunjung dari luar daerah Kota Sawahlunto maupun Provinsi tetangga terdekat untuk menikmati malam minggunya di Kota Tua Sawahlunto.
     Group Randai Tunas Harapan berhasil memukau penonton areal lapangan segitiga, karna pemain randai tersebut adalah anak anak Sekolah Dasar gabunga  dari kelas III,IV dan VI pada  Salah Satu SD di Desa Taratak Bancah. Mereka membawakan salah satu Kaba atau cerita rakyat minangkabau hampir mendekati sempurna untuk kategori randai anak anak. Hal itu didapat atas kerja keras latihan rutin yang dilakukan dua kali seminggu setiap kamis malam dan sabtu malam ungkap Sutan Palembang salah satu pelatih Randai Tunas Harapan tersebut. Selain mengembangakan kesenian Randai, Group ini juga mempunyai kesenian tradisional lainnya seperti tari piring dan lukah gilo.
Antusias Penonton, sampai duduk dilantai, menyaksikan pertunjukan
     Sutan Palembang berharap pembinaan rutin dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto dapat terus dilaksanakan untuk memotivasi group group sanggar tradisional yang ada di Kota Sawahlunto, seperti memberikan kesempatan tampil group group tersebut, dan melakukan kunjungan pada saat mereka latihan rutin di sasaran atau tempat berproses menghasil kan produk budaya tersebut.

=syukri


Syukri, S.SnPosted By Syukri

Terima Kasih telah membaca artikel yang saya tulis ini tentunya masih banyak kekurangan dengan. Sehingga saya akan sangat senang dan berterima kasih dengan saran, pertanyaan maupun kritik yang membangun. Silahkan Tinggalkan Komentar... contact me

Thank You


2 Responses So Far:

fachrie ahda mengatakan...

O hoi..
wak sdg pulkam ruponyo. bilo lai ko bang?

Palanta Budaya mengatakan...

ohoi.... malam minggu patang, Fachrie. tiok malam minggu ado kegiatan seni budaya di Sawahlunto, jan pulang juo lai

Poskan Komentar

Radio Cimbuak.net